Selasa, 28 Oktober 2014



Terima Kasih tuhan Untuk Semua KaruniaMu
Aku masih ingat, tahun 2012 kemarin adalah tahun terberatku. Tahun dimana aku berada di titik nol. Tidak ada yang bisa ku percayai dan tidak ada yang bisa ku gantungkan hidupku selain Tuhan sendiri. Saat dimana aku selalu melupakan Tuhan dan tahun 2012 tersebut Tuhan ingin aku selalu mengingatNya.
Tahun 2012 aku mengerjakan skripsi dan laptopku rusak. Semua dataku ada di laptop tersebut. Ahhh betapa beratnya tahun itu jika aku mengingatnya. Laptopku di banting mantanku dan hp ku juga di banting mantanq karena suatu masalah. Dia tak mau ku putuskan, padahal dia sudah memiliki tunangan dan berpacaran selama 5 tahun. Sedangkan aku dengan mantanku hanya 9 bulan saja.
Awal pertemuanku dengan mantanku, agustus tahun 2011 saat aku menghadiri acara buka bersama di sebuah organisasi yang ku ikuti di kampus . Aku di ajak sama temanku sebut saja namanya Devi. Devi mengajakku karena kebetulan kita satu organisasi hanya bedanya dia aktif di organisasi tersebut karena pacarnya adalah ketua komisariat di organisasi tersebut sedangkan aku tidak begitu aktif karena waktu itu aku kuliah sambil bekerja di rumah sakit terbesar di Surabaya. Devi mengajakku karena kebetulan dia tahu aku baru saja putus dan tengah melo-melonya.... hahahahaha (Devi adalah teman curhatku, dia sungguh memiliki hati yang baik)
Aku pun menyetujuinya setelah bujuk rayunya. “ Put, ikut saja ke komit acara buka bersama daripada kamu suntuk di kos” kata Devi.
“ Aduh... Dev aku malu, aku nggak pernah aktif masak datang-datang Cuma di acara makan-makan saja. Ehm... malu-maluin tahu” kataku sambil cemberut.
“ Ahhh ngggak papa Puput, ikut saja. Mas Rifki (pacarnya Devi yang jadi ketua komit) pasti senang lho kamu ikut.” Kata Devi membujukkku.
“ Dev, aku nggak di undang bagaimana aku bisa datang begitu saja” kataku cemberut sambil masih ogah ikut.
“ Kata siapa kamu nggak diundang? Kamu di undang sama Mas Rifki sebagai ketua komit” Kata Devi masih membujukku
“ Iya ta???” kataku
“ Iya Put, lagian kamu itu habis putus nggak baik semedi di kos. Kumpul kek sama teman angkatan kita. Masih banyak yang lebih baik dari mantanmu itu. Eh... cari cowok itu yang kuliah dan pengetahuan agamanya yang bagus Put jangan kayak mantamu yang anak nggak jelas pendidikannya” Kata Devi mengguruiku.
“ Yayayaya, aku ikut. Puas kamu?” Kataku
“ Oke aku tunggu di bawah ya” Kata Devi
Aku sama Devi pun berangkat ke komisariat menjelang adzan magrib sambil membawa buah semangka. Maklum Devi menjadi seksi konsumsi dalam acara buka bersama.
Ketika di jalan Devi mengatakan, “Put, lho kamu cari cowok carilah yang agamanya bagus itu sudah cukup. Kayak aku dulu kenal sama Mas Rifki, aku mau pacaran sama dia karena agamanya bagus walaupun dulu dia ngaku hanya anak penjual soto saja. Aku menerimanya dan baru belakangan aku tahu dia keturunan pondok di Sidoarjo. Itu hanya bonus saja put”
“ Iya Dev, kamu benar. Aku juga merasa kayak gitu menyesal sekali pernah menjalin sama dia(mantanku) yang agamanya biasa saja. Aku ingin punya seseorang yang agamanya bagus Dev” kataku
“ Iya benar Put, aku setuju ntar tak kenalin disana sama senior-senior disana” Kata Devi.
“ Aku nggak mau Dev. Awasss kamu melakukan kayak gitu. Jangan usil kamu” Kataku mengancam. Devi itu anaknya usil banget.
Tobe Continued....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar