Terima
Kasih tuhan Untuk Semua KaruniaMu
Aku masih ingat,
tahun 2012 kemarin adalah tahun terberatku. Tahun dimana aku berada di titik
nol. Tidak ada yang bisa ku percayai dan tidak ada yang bisa ku gantungkan
hidupku selain Tuhan sendiri. Saat dimana aku selalu melupakan Tuhan dan tahun
2012 tersebut Tuhan ingin aku selalu mengingatNya.
Tahun 2012 aku
mengerjakan skripsi dan laptopku rusak. Semua dataku ada di laptop tersebut.
Ahhh betapa beratnya tahun itu jika aku mengingatnya. Laptopku di banting
mantanku dan hp ku juga di banting mantanq karena suatu masalah. Dia tak mau ku
putuskan, padahal dia sudah memiliki tunangan dan berpacaran selama 5 tahun. Sedangkan
aku dengan mantanku hanya 9 bulan saja.
Awal pertemuanku
dengan mantanku, agustus tahun 2011 saat aku menghadiri acara buka bersama di
sebuah organisasi yang ku ikuti di kampus . Aku di ajak sama temanku sebut saja
namanya Devi. Devi mengajakku karena kebetulan kita satu organisasi hanya
bedanya dia aktif di organisasi tersebut karena pacarnya adalah ketua
komisariat di organisasi tersebut sedangkan aku tidak begitu aktif karena waktu
itu aku kuliah sambil bekerja di rumah sakit terbesar di Surabaya. Devi
mengajakku karena kebetulan dia tahu aku baru saja putus dan tengah
melo-melonya.... hahahahaha (Devi adalah teman curhatku, dia sungguh memiliki
hati yang baik)
Aku pun menyetujuinya
setelah bujuk rayunya. “ Put, ikut saja ke komit acara buka bersama daripada
kamu suntuk di kos” kata Devi.
“ Aduh... Dev aku
malu, aku nggak pernah aktif masak datang-datang Cuma di acara makan-makan
saja. Ehm... malu-maluin tahu” kataku sambil cemberut.
“ Ahhh ngggak papa Puput,
ikut saja. Mas Rifki (pacarnya Devi yang jadi ketua komit) pasti senang lho
kamu ikut.” Kata Devi membujukkku.
“ Dev, aku nggak di
undang bagaimana aku bisa datang begitu saja” kataku cemberut sambil masih ogah
ikut.
“ Kata siapa kamu
nggak diundang? Kamu di undang sama Mas Rifki sebagai ketua komit” Kata Devi
masih membujukku
“ Iya ta???” kataku
“ Iya Put, lagian
kamu itu habis putus nggak baik semedi di kos. Kumpul kek sama teman angkatan
kita. Masih banyak yang lebih baik dari mantanmu itu. Eh... cari cowok itu yang
kuliah dan pengetahuan agamanya yang bagus Put jangan kayak mantamu yang anak
nggak jelas pendidikannya” Kata Devi mengguruiku.
“ Yayayaya, aku ikut.
Puas kamu?” Kataku
“ Oke aku tunggu di
bawah ya” Kata Devi
Aku sama Devi pun
berangkat ke komisariat menjelang adzan magrib sambil membawa buah semangka. Maklum
Devi menjadi seksi konsumsi dalam acara buka bersama.
Ketika di jalan Devi
mengatakan, “Put, lho kamu cari cowok carilah yang agamanya bagus itu sudah
cukup. Kayak aku dulu kenal sama Mas Rifki, aku mau pacaran sama dia karena
agamanya bagus walaupun dulu dia ngaku hanya anak penjual soto saja. Aku
menerimanya dan baru belakangan aku tahu dia keturunan pondok di Sidoarjo. Itu hanya
bonus saja put”
“ Iya Dev, kamu
benar. Aku juga merasa kayak gitu menyesal sekali pernah menjalin sama
dia(mantanku) yang agamanya biasa saja. Aku ingin punya seseorang yang agamanya
bagus Dev” kataku
“ Iya benar Put, aku
setuju ntar tak kenalin disana sama senior-senior disana” Kata Devi.
“ Aku nggak mau Dev.
Awasss kamu melakukan kayak gitu. Jangan usil kamu” Kataku mengancam. Devi itu
anaknya usil banget.
Tobe Continued....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar